Jumat, 23 September 2011

Lirik Ngamen 2 Sagita Asholole "Icik icik Ehem"

Mak iki anakmu prawan
wiwit mbiyen ono ing perantauan
iling ngiwangi neng kantin sekolahan
telong sasi mak aku urung bayaran


Mak dongamu mandhi tenan di bring jabani marang gusti pengeran

koyok ngene rasane wong ora duwe
duwe pisan di ece karo kancane


Iling-iling manungso bakale mati
yen wes mati di kubur sanak family
di pendem jero di apit bumi


Ono kubur iku akeh pandoso
ulo klabang kolojengking podo moro
ono setan membo-membo dadi perawan
benno krasan yen ono kuburan


Neng akhirat ora ono montor liwat
neng akhirat ora ono sego berkat
neng akhirat ora ono mejo biliard
onone godo ne moloikat


Sak sugeh, sugih e uwong mesti ono mlarate
sak mlarat, mlarat e uwong mesti ono karepe


Mangkane golek bojo ojo mandeng rupo
rupo elek kuwi yow ora dadi ngopo


Mangkane golek bojo ojo mandeng bondo
seng pentingg, ora ngenteni warisan moro tuwo


Kowe pancen keren le, koyok bekas pacarku mbiyen
eman, eman tenan, kerenmu mung kanggo obralan


Obral, obral janji le urung mesti uripmu mulyo
mulo aku wes kondo, melu aku urip nang deso
ngewangi gawe boto, menek kelopo, nyeblok bongko

Minggu, 10 April 2011

Dampak Pendapatan Nasional bagi Luar Negeri

Pendapatan Nasional sangat membantu sekali dalam proses pembangunan sebuah negara. Salah satu manfaatnya adalah dengan diketahuinya jumlah pendapatan nasional suatu negara, maka berpengaruh terhadap kepercayaan terhadap asing (negara lain).
 
Dampak positif dari pendapatan nasional adalah meningkatkan kerja sama dengan negara lain, tumbuhnya rasa persaudaraan dengan negara lain sehingga memiliki hubungan yang baik dengan negara lain, meningkatnya derajat negara dimata negara lain. 

Sedangkan dampak negatifnya adalah masuknya kebudayaan asing secara bebas di negara kita sehingga kebudayaan negara sendiri mulai tergeser, kerja sama dengan negara lain membuat jarak temu untuk melakukan transaksi jarang sehingga dapat menimbulkan kecurigaan dan ketidak percayaan.

Untuk itu mari kita melakukan hubungan baik dengan negara lain dengan mengadakan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan lainnya untuk meningkatkan pendapatan nasional.

Dampak Pendapatan Nasional bagi Dalam Negeri


Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga disuatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Sebuah pendapatan itu baik bagi pemasukan untuk negara kita. Dengan masuknya pendapatan yang ada maka negara pun akan mengalami penaikan derajat dimata dunia, serta negara kita akan sejahtera bangsa dan negara.

Dampak positif dari pendapatan nasional untuk dalam negeri adalah mendorong perekonomian lebih baik, meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi.

Sedangkan dampak negatifnya adalah keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian menurun. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. 

Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. Untuk itu mari kita tingkat kan pendapatan nasional bagi dalam negeri melalui berbagai bidang, misal dalam bisang politik, ekonomi, pertanian, sosial dan lainnya.

Dampak Kenaikan Harga bagi Pemerintah


Kenaikan harga, mendengar kata ini jelas hal pertama yang masyarakat akan ingat adalah pemerintah, naik atau turunnya harga ditetapkan oleh pemerintah. Karena sebab ini pula setiap kali timbul akan ketidak puasan kenaikan harga, masyarakat akan berbondong-bondong menggelar aksi semacam demostrasi didepan gedung DPR yang dianggap sebagai penyalur aspirasi rakyat terhadap pemerintah.

Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.

Secara umum dampak inflasi bagi pemerintah ialah dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Dampak Kenaikan Harga bagi Konsumen


Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Kenaikan harga memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi para konsumen. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan.

Kenaikan harga juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

Bagi orang yang meminjam uang dari bank, kenaikan harga menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.